Tentang Kami & Sejarah Gerakan

Tentang MDMC Gunungkidul

Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul berakar pada Falsafah Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) K.H. Ahmad Dahlan sejak 1920, berdedikasi membangun ketangguhan warga perbukitan dan pesisir karst Handayani.

Sejarah & Identitas

Bukan Sekadar Lembaga, Melainkan Panggilan Kemanusiaan

Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PDM Gunungkidul ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul Nomor 41/KEP/III.0/D/2025. Di ranah publik, lembaga ini lebih dikenal luas sebagai MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center).

Dirintis 2007, dikukuhkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pasca-Muktamar 2010, dan resmi berganti nama menjadi Lembaga Resiliensi Bencana pada 2022 — singkatan "MDMC" tetap dipakai.

MDMC bergerak mengikuti struktur Persyarikatan: Pimpinan Pusat → Pimpinan Wilayah (provinsi) → Pimpinan Daerah (kabupaten). MDMC Gunungkidul berada di jenjang Pimpinan Daerah, meneruskan tiga fase penanggulangan bencana — mitigasi & kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan rehabilitasi — ke konteks lokal.

Arah & Komitmen Gerakan

Visi & Misi LRB MDMC Gunungkidul

Visi Utama

Sistem penanggulangan bencana yang unggul, untuk masyarakat yang sadar dan tangguh terhadap bencana.

Misi Gerakan

Mengoptimalkan sistem penanggulangan bencana, menumbuhkan kesadaran bencana, memperkuat jaringan dan partisipasi masyarakat.

Etika & Spirit Kerelawanan

Nilai Dasar Relawan MDMC: Ikhlas, Tangguh, dan Profesional

Di medan bencana perbukitan dan ceruk karst Gunungkidul yang menantang, seluruh personel relawan MDMC dibekali panduan etika kerja kemanusiaan (*One Muhammadiyah One Response*):

1. Keikhlasan (Lillah)

Memberikan pertolongan murni demi kemanusiaan dan mengharap ridha Allah SWT, tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, ras, dan afiliasi sosial politik.

2. Profesionalitas & Keselamatan

Relawan terlatih yang bergerak berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP), menjunjung tinggi prinsip *safety first*, dan berkoordinasi terpadu dalam satu komando posko.

3. Cepat & Tepat Sasaran

Memaksimalkan respons pada periode krusial (*golden hours*) dengan didukung data asesmen situasi (Sitrep) lapangan yang akurat dan terverifikasi.

4. Kemandirian Komunitas

Bukan menciptakan ketergantungan, melainkan mendampingi masyarakat agar berdaya, sadar bahaya, dan mampu memulihkan kehidupannya secara mandiri dan bermartabat.

Dokumentasi Aksi Nyata

Jejak Pengabdian di Tanah Karst

Dokumentasi penyaluran bantuan air bersih, penanganan darurat kekeringan, dan mobilisasi relawan MDMC di pelosok Kabupaten Gunungkidul:

Siap Menjadi Bagian dari Relawan Resiliensi?

Kami membuka ruang pengabdian bagi tenaga medis, SAR, logistik, pengemudi armada tangki, maupun pendamping psikososial.