WONOSARI, mdmc.pdmgk.org – Musim kemarau panjang yang kembali melanda Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2026 telah memicu krisis air bersih yang meluas. Berdasarkan data asesmen cabang yang masuk ke Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Gunungkidul, tercatat setidaknya 543 titik di berbagai wilayah terdampak parah dan membutuhkan intervensi segera.

Merespons kondisi darurat tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul melalui MDMC dan Lazismu mengambil langkah cepat. Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah, disepakati pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kekeringan Muhammadiyah Gunungkidul, yang disahkan melalui Surat Keputusan (SK) PDM Nomor: 45/KEP/III.0/D/2026 pada awal September lalu.

One Muhammadiyah One Response (OMOR) di Garis Depan

Satgas Kekeringan ini tidak bergerak sendiri. Menerapkan prinsip One Muhammadiyah One Response (OMOR), gerakan ini melibatkan sinergi total dari unsur PDM, MDMC, Lazismu Daerah, hingga ke tingkat Pimpinan Cabang (PCM), Kantor Layanan (KL) Lazismu Cabang, dan para relawan tangguh di akar rumput.

Slamet Triyono, yang ditunjuk sebagai Ketua Satgas Kekeringan, menegaskan bahwa distribusi air bersih akan dilakukan secara sistematis dan merata.

“Berdasarkan pemetaan, biaya distribusi per tangki air bervariasi menyesuaikan medan dan jarak tempuh, mulai dari Rp 150.000 (seperti di wilayah Panggang, Purwosari, dan Saptosari) hingga Rp 300.000 untuk medan berat seperti Gedangsari. Semua penyaluran dana dikelola transparan oleh Lazismu dan dieksekusi tepat sasaran oleh relawan di lapangan,” terang perwakilan Satgas.

Bukan Hanya Merespons, Tapi Bersiap Menghadapi Ancaman Masa Depan

Muhammadiyah Gunungkidul menyadari bahwa letak geografis kabupaten ini berada di jalur potensi gempa Megathrust. Selain itu, berkaca pada sejarah Siklon Tropis Cempaka (2018) yang datang tepat setelah kemarau panjang, rentetan bencana hidrometeorologi kerap menjadi ancaman serius.

Oleh karena itu, penanganan krisis ini tidak hanya berhenti pada dropping air bersih. Menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-113, MDMC juga menginisiasi program Penguatan Kapasitas SDM Relawan Muhammadiyah.

Puncaknya, pada Bulan November 2026, akan digelar Latihan Gabungan dan Simulasi Bersama Seluruh Klaster yang dipusatkan di PCM Ponjong. Latihan ini akan melibatkan seluruh elemen persyarikatan (MDMC, Lazismu, ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, Hizbul Wathan, Tapak Suci, hingga Relawan Lokal dan Satuan Pendidikan Aman Bencana).

Adapun klaster yang akan diuji kemampuannya meliputi:

  • Manajemen Posko & Komunikasi
  • Search and Rescue (SAR) & Evakuasi
  • Dukungan Psikososial (Trauma Healing)
  • Penanganan Medis & P3K
  • Logistik, Peralatan, dan Dapur Umum

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi strategis antara MDMC dengan BPBD Gunungkidul dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul dalam mewujudkan masyarakat dan sekolah yang tangguh bencana (#SiapUntukSelamat).

Mari Hadirkan “Air untuk Kehidupan, Kepedulian untuk Sesama”

Krisis kekeringan belum berakhir, dan Muhammadiyah tidak bisa bergerak sendiri. Kepercayaan para donatur adalah amanah yang akan dikelola dengan prinsip transparansi, kepedulian, dan profesionalitas.

Mari bersama-sama ringankan beban saudara kita yang terdampak kekeringan di Gunungkidul. Donasi air bersih dapat disalurkan melalui rekening resmi:

💳 Bank BPD DIY Syariah 807 241 000497 a.n. Lazismu Gunungkidul 📲 Konfirmasi Transfer: 0877 4209 2693 (Lazismu GK) / 0822 6505 2089 (Ketua Tim Satgas)

Setiap tetes kebaikan yang Anda salurkan akan menjadi aliran kehidupan bagi mereka. Bersama Muhammadiyah, Kita Hadir, Kita Bermanfaat, Kita Menebar Kebaikan.