RONGKOP, mdmc.pdmgk.org – Kemitraan strategis lintas amal usaha Muhammadiyah kembali hadir menjawab krisis kekeringan di kawasan selatan Gunungkidul. Tiga jaringan rumah sakit Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta — RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta (Kota), RS PKU Muhammadiyah Gamping, dan RS PKU Muhammadiyah Sleman — melalui Lazismu RS PKU Muhammadiyah menyalurkan bantuan terintegrasi berupa unit tandon air (torn air) komunal berkapasitas besar, pasokan air bersih, dan ratusan paket sembako untuk warga terdampak di Kapanewon Rongkop.

Penyerahan bantuan berlangsung secara simbolis dan khidmat bertempat di Masjid Al Huda, Padukuhan Tirisan, Kalurahan Pringombo, Kapanewon Rongkop, pada hari Senin, 28 September 2026. Penyaluran ini menjadi bagian nyata dari komitmen resiliensi dan kepedulian berkelanjutan bagi masyarakat di zona karst yang mengalami defisit air berkepanjangan pada musim kemarau.

Gerakan Terpadu One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Penyaluran bantuan kemanusiaan ini dieksekusi dengan skema kolaborasi terpadu One Muhammadiyah One Response (OMOR). Tim Lazismu RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Gamping, dan Sleman turun langsung ke lapangan dengan didampingi secara taktis oleh Satgas Siaga Bencana Kekeringan PDM Gunungkidul, personel relawan MDMC (Lembaga Resiliensi Bencana) PDM Gunungkidul, amil Lazismu Daerah Gunungkidul, serta jajaran pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rongkop dan takmir Masjid Al Huda.

Kehadiran tandon air berukuran besar tersebut menjadi solusi jangka menengah yang sangat krusial bagi warga Padukuhan Tirisan dan sekitarnya. Karakteristik batuan gamping karst yang poros membuat air hujan langsung meresap ke sungai bawah tanah, sehingga keberadaan wadah penampungan komunal menjadi tumpuan utama penampungan air dropping dari mobil tangki relawan.

Penyerahan simbolis paket sembako Lazismu RS PKU Muhammadiyah di Masjid Al Huda Tirisan Rongkop
Penyerahan paket sembako dari Lazismu RS PKU Muhammadiyah (Kota, Gamping, Sleman) bersama MDMC kepada warga penerima manfaat di Masjid Al Huda. (Foto: Dok. MDMC Gunungkidul)

Penguatan Ketahanan Spiritual: Hakekat Bersyukur dalam Keterbatasan

Rangkaian penyerahan bantuan diawali dengan majelis pengajian dan tausiyah yang dihadiri puluhan jamaah dan tokoh masyarakat setempat. Tausiyah disampaikan oleh Ustadz Rinto Ari Bowo, S.Pd.I, yang mengulas secara mendalam mengenai hakekat bersyukur dan keteguhan iman di tengah cobaan musim kemarau.

“Hari ini kita sama-sama bersyukur atas limpahan rezeki dan nikmat dari Allah SWT. Jika pada pagi hari kita masih dibangunkan dan dihidupkan oleh Allah, itu adalah pertanda bahwa Allah masih mencukupkan hidup kita dan senantiasa memberikan kesempatan beramal shalih,” tutur Ustadz Rinto Ari Bowo dalam untaian nasihatnya.

Tausiyah tersebut memberikan keteduhan batin bagi warga lereng karst Rongkop, bahwa ikhtiar fisik menghadapi kekeringan harus berjalan seiring dengan penguatan spiritual dan silaturahim keumatan.

Khidmat Tiga Rumah Sakit PKU untuk Kemaslahatan Umat

Perwakilan Lazismu RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Ustadz Cahyono, S.Ag, dalam sambutannya menegaskan bahwa keluarga besar RS PKU Muhammadiyah akan senantiasa hadir dan bersinergi dengan seluruh simpul persyarikatan dalam meringankan beban sesama.

Ustadz Cahyono memaparkan bahwa saat ini jaringan layanan kesehatan RS PKU Muhammadiyah di wilayah DIY telah semakin luas dan terintegrasi melalui kehadiran tiga pilar rumah sakit: RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta (Kota) sebagai induk sejarah gerakan PKO KH Ahmad Dahlan sejak 1923, RS PKU Muhammadiyah Gamping di koridor barat Jalan Wates Sleman, serta RS PKU Muhammadiyah Sleman di kawasan utara.

“Dengan semakin berkembangnya Rumah Sakit Muhammadiyah ini, kami berharap masyarakat dapat lebih dekat, cepat, dan mudah dalam menjangkau layanan kesehatan paripurna. Penyaluran tandon air, pasokan air bersih, dan ratusan paket sembako dari infak dan sedekah keluarga besar pegawai RS PKU ini adalah perwujudan khidmat tiada henti untuk umat,” ungkap Ustadz Cahyono.

Sinergi Lazismu RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Gamping, Sleman bersama MDMC dan Lazismu Gunungkidul di Rongkop
Foto bersama tim Lazismu RS PKU Muhammadiyah (Kota Jogja, Gamping, Sleman), Satgas MDMC Gunungkidul, Lazismu Daerah, dan PCM Rongkop bersama warga usai penyaluran bantuan di Masjid Al Huda Tirisan. (Foto: Dok. MDMC Gunungkidul)

Komitmen MDMC dan Satgas Kekeringan Gunungkidul

Satgas Siaga Kekeringan MDMC Gunungkidul mencatat Kapanewon Rongkop, khususnya Kalurahan Pringombo, merupakan salah satu kawasan dengan kebutuhan intervensi air bersih yang mendesak pada September 2026 ini. Jalur distribusi yang menanjak dan berbatu membutuhkan armada pendukung yang tangguh.

MDMC Gunungkidul mengapresiasi tinggi kepedulian civitas hospitalia tiga RS PKU Muhammadiyah (Kota, Gamping, Sleman). Sinergi ini membuktikan bahwa gerakan kepedulian Muhammadiyah tidak mengenal sekat wilayah administratif, melainkan menyatu dalam satu denyut nadi kemanusiaan untuk warga Gunungkidul.

Bagi masyarakat, lembaga, maupun donatur yang ingin berkolaborasi dalam gerakan respon kekeringan karst Gunungkidul, Posko MDMC Gunungkidul dan Lazismu Gunungkidul membuka ruang sinergi seluas-luasnya melalui saluran resmi posko siaga.